Sabtu, 25 Juni 2016

Bukan Sekedar Jalan-Jalan

bukan sekedar jalan-jalan

Melancong, berpergian atau jalan-jalan adalah kegiatan yang sangat menarik. Bahkan menjadi kegiatan rangking satu ketika hari libur tiba. Katanya dengan berpergian ke suatu tempat bisa menyegarkan jiwa dan raga setelah berkutat dengan aktivitas seperti kerja atau sekolah. Seperti rewards bagi diri untuk merecharge semangat baru.
Aktivitas ini sudah menjadi primadona bagi setiap manusia. Mengunjungi destinasi yang menawarkan keindahan alam atau kota modern dengan segala teknologinya. Indonesia merupakan destinasi papan atas dalam hal keindahan alam. Banyak traveller mancanegara yang memilih Indonesia menjadi tujuannya. Jelas orang Indonesia tak mau kalah. Banyak orang berwisata ke berbagai daerah di nusantara. Bahkan pemerintah pun gencar mengajak untuk mengenal alam tanah air. Orang Indonesia pun menyambut dengan senang dan tanggap mempromosikan wisata-wisata Indonesia.
Namun seiring berjalannya waktu aktivitas travelling ini mengalami pergeseran fungsi. Dimana awalnya berpergian untuk mendapat pengalaman baru atau refreshing sekarang menjadi ajang berlomba untuk sebanyak-banyaknya mendatangi dan melihat tempat tujuan. Sebanyak-banyaknya berwisata tanpa menyelami makna perjalanan itu sendiri.
. Dalam travelling ada banyak cara untuk menjadikannya lebih menyenangkan dan bermakna. Makna perjalanan memang sangat subyektif tetapi paling tidak kita harus mengerti beberapa hal agar mendapat manfaat plus ketika travelling.

Explore the world

Salah satu tujuan berwisata tentunya mengeksplorasi destinasi yang dituju. Mengenal, menikmati dan menyelami aspek lainnya lebih dalam. Mengenal budaya dan adat di suatu daerah dapat menambah wawasan. Dimana kita dapat menjadikan budaya dan adat yang bermanfaat dalam kehidupan kita. Tidak hanya sekedar melihat seni pertunjukkan kemudian berlalu tanpa arti. Namun jadikan cerita-cerita dan sejarah di destinasi wisata kita sebagai contoh agar  menjadi lebih baik atau mempelajari sejarahnya agar kita tak lupa dan mengulangi kesalahan di masa lalu. Oleh karena itu, kenalilah daerah yang dituju saat hendak berwisata.
Selain adat dan budaya yang menarik, pasti kita akan mendapat suguhan mengagumkan dari alam. Pantai, gunung-gunung, lembah dan lainnya adalah wujud kuasa Tuhan yang sangat indah. Kekayaan alam dan keindahannya mestinya membuat kita semakin bersyukur diperkenankan menikmati surga dunia yang diciptakan oleh-Nya. Nah, inilah yang sering terlupakan oleh kita. Ketika berwisata kita hanya terpukau dengan indahnya saja. Lupa bersyukur kepada Sang Pemilik Alam ini.
Kealpaan kita inilah yang membuat kita kehilangan makna. Jadilah berpergian yang kita lakukan hanya menghabiskan waktu dan biaya tanpa mendapat makna. So, resapi dan hayati filosofi dari sebuah perjalanan ya, guys!

Bertemu dengan Orang yang heterogen

Terkadang perjalanan itu membuat kita menemukan banyak hal yang jauh lebih menarik dari sekadar destinasinya. Yang menarik adalah berrtemu dengan beragam orang dari berbagai daerah. Kenapa menarik? Ya, tentu sangat menarik. Bagaimana tidak menarik jika setiap bertemu dan berkenalan dengan orang baru kita dapat ilmu baru pula. Pengalaman dan ilmu juga jadi satu paket yang akan kita dapatkan dari hal menarik itu.
Bertemu dengan berbagai orang akan membuat pola pikir kita lebih terbuka, tidak kolot dan berpandangan moderat. Belajar dari cerita-cerita dan pengalaman hidup orang yang kita ajak kenalan akan menjadi bekal saat menjelajahi daerah yang lain. Yang akan semakin terasa heterogen sosialnya.
Jika hanya berkutat dari rumah ke tempat kerja atau tempat kerja ke rumah, pastinya hanya jenis orang yang sama yang kita temui.. Namun tak berarti kita tak mendapat sesuatu hal yang menarik. Ketika berpetualang bersama teman akan ada hal baru yang kita dapatkan dari teman kita itu. Kita akan lebih mengenal karakter teman kita saat melakukan perjalanan. Misalnya lebih mengenal kabagaimana caranya menghadapi masalah, memperlakukan orang atau pun menghargai pendapat kita untuk menentukan pilihan tempat menginap misalnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya memang , sesekali melancong ke suatu daerah. Tentunya di waktu yang tepat ya, Kawan!
Jadi perjalanan akan membawa kita pada sesuatu yang menarik dan menyenangkan jika kita  tak sekedar hilir mudik dari suatu tempat ke tempat yang lain tanpa arti. Maknai dan tafakkuri.setiap apa yang kita lakukan.

Cara Baru Melihat Hal Baru

Perjalanan bukanlah sekedar menikmati dan mengagumi keindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Bukan pula sekedar menemukan tempat-tempat unik di suatu daerah. Perjalanan akan mengantar kita pada cara pandang baru. Bertemu orang baru dan menjelalajah orang baru pasti aka nada hal baru yang kita lihat. Hal baru itu terkadang tak sama atau jauh berbeda dengan kebiasaan kita. Dan mungkin sesekali tak sepaham dengan pola pikir kita. Nah bagaimana kita menyikapi suatu pebedaan akan diajarkan perjalanan. Tentunya jika kita mau menghayati dan dengan syarat mengkosongkan gelas kita agar bisa terisi dengan sesuatu yang baru. Tapi pastikan sudah difilter yaa!
Dari traveling bisa memperlajari hal baru, beradaptasi di tempat baru, melihat perbedaan sebagai keindahan. Bagaimana kita kan menghargai dan menerima budayanya meski tak sepaham adalah naiknya level diri dalam melihat keberagaman. Belajar dari bagaiman kita melihat budaya yang berbeda akan melatih refleks dalam hidup sehari-hari untuk menerima sesuatu yang berbeda. Boleh jadi tidak setuju tapi wajib kita menghargai dalam penerimaan perlakuan yang tetap santun kepada orang yang kita temui. Pasti bahagia rasanya jika kita dapat melihat hal yang baru, hal yang berbeda sebagai fitrah dari Tuhan.

The real traveling is when you more get closer to God

Terkadang perjalanan itu tak melulu soal destinasi. Kita dapat melakukan perjalanan kemana pun yang kalian mau, tidak harus yang jauh-jauh, di kota tempat tinggal  kita pun pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari, bahkan mungkin di kampung sendiri.
Sebuah perjalanan harusnya semakin memperkaya dimensi spiritual untuk memandang sesuatu dengan lebih baik. Boleh jadi kita akan lebih baik dalam mengenal agama kita sendiri. Misalnya ketika berkunjung di daerah yang tidak sama madzhabnya dengan yang biasa kita jalankan, kita tetap harus menghargai. Tidak berhenti sampai disitu, kita juga harus bertafakur akan perbedaan ini. Perbedaan yang diciptakan Tuhan adalah fitrah yang harus kita lihat sebagai keindahan cara untuk mendekat kepada Tuhan.
Jika sudah begitu, manfaat perjalanan akan membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keimanan. Kita pun mungkin akan melihat bahwa agama kita Islam itu tidak pernah mempersulit kaumnya dengan mengajarkan kita tentang menghargai perbedaan. Menghargai cara apapun yang dipilih eseorang untuk mendekat kepada Tuhan adalah jalan kita untuk mendekat pada Tuhan.

Nah teman, luar biasa sekali bukan, ketika kita benar-benar tak sekdar jalan-jalan. Kan adda banyak hal yang kita rasakan dan dapatkan jika melakukannya dengan benar. Have a nice trip, Gaess!