Melancong,
berpergian atau jalan-jalan adalah kegiatan yang sangat menarik. Bahkan menjadi
kegiatan rangking satu ketika hari libur tiba. Katanya dengan berpergian ke
suatu tempat bisa menyegarkan jiwa dan raga setelah berkutat dengan aktivitas
seperti kerja atau sekolah. Seperti rewards bagi diri untuk merecharge
semangat baru.
Aktivitas
ini sudah menjadi primadona bagi setiap manusia. Mengunjungi destinasi yang
menawarkan keindahan alam atau kota modern dengan segala teknologinya.
Indonesia merupakan destinasi papan atas dalam hal keindahan alam. Banyak traveller
mancanegara yang memilih Indonesia menjadi tujuannya. Jelas orang Indonesia tak
mau kalah. Banyak orang berwisata ke berbagai daerah di nusantara. Bahkan
pemerintah pun gencar mengajak untuk mengenal alam tanah air. Orang Indonesia
pun menyambut dengan senang dan tanggap mempromosikan wisata-wisata Indonesia.
Namun
seiring berjalannya waktu aktivitas travelling ini mengalami pergeseran fungsi.
Dimana awalnya berpergian untuk mendapat pengalaman baru atau refreshing
sekarang menjadi ajang berlomba untuk sebanyak-banyaknya mendatangi dan melihat
tempat tujuan. Sebanyak-banyaknya berwisata tanpa menyelami makna perjalanan
itu sendiri.
. Dalam
travelling ada banyak cara untuk menjadikannya lebih menyenangkan dan bermakna.
Makna perjalanan memang sangat subyektif tetapi paling tidak kita harus
mengerti beberapa hal agar mendapat manfaat plus ketika travelling.
Explore the world
Salah
satu tujuan berwisata tentunya mengeksplorasi destinasi yang dituju. Mengenal,
menikmati dan menyelami aspek lainnya lebih dalam. Mengenal budaya dan adat di
suatu daerah dapat menambah wawasan. Dimana kita dapat menjadikan budaya dan
adat yang bermanfaat dalam kehidupan kita. Tidak hanya sekedar melihat seni
pertunjukkan kemudian berlalu tanpa arti. Namun jadikan cerita-cerita dan
sejarah di destinasi wisata kita sebagai contoh agar menjadi lebih baik atau mempelajari sejarahnya
agar kita tak lupa dan mengulangi kesalahan di masa lalu. Oleh karena itu,
kenalilah daerah yang dituju saat hendak berwisata.
Selain
adat dan budaya yang menarik, pasti kita akan mendapat suguhan mengagumkan dari
alam. Pantai, gunung-gunung, lembah dan lainnya adalah wujud kuasa Tuhan yang
sangat indah. Kekayaan alam dan keindahannya mestinya membuat kita semakin
bersyukur diperkenankan menikmati surga dunia yang diciptakan oleh-Nya. Nah,
inilah yang sering terlupakan oleh kita. Ketika berwisata kita hanya terpukau
dengan indahnya saja. Lupa bersyukur kepada Sang Pemilik Alam ini.
Kealpaan
kita inilah yang membuat kita kehilangan makna. Jadilah berpergian yang kita
lakukan hanya menghabiskan waktu dan biaya tanpa mendapat makna. So, resapi dan
hayati filosofi dari sebuah perjalanan ya, guys!
Bertemu dengan Orang yang heterogen
Terkadang
perjalanan itu membuat kita menemukan banyak hal yang jauh lebih menarik dari
sekadar destinasinya. Yang menarik adalah berrtemu dengan beragam orang dari
berbagai daerah. Kenapa menarik? Ya, tentu sangat menarik. Bagaimana tidak menarik
jika setiap bertemu dan berkenalan dengan orang baru kita dapat ilmu baru pula.
Pengalaman dan ilmu juga jadi satu paket yang akan kita dapatkan dari hal
menarik itu.
Bertemu
dengan berbagai orang akan membuat pola pikir kita lebih terbuka, tidak kolot
dan berpandangan moderat. Belajar dari cerita-cerita dan pengalaman hidup orang
yang kita ajak kenalan akan menjadi bekal saat menjelajahi daerah yang lain.
Yang akan semakin terasa heterogen sosialnya.
Jika
hanya berkutat dari rumah ke tempat kerja atau tempat kerja ke rumah, pastinya
hanya jenis orang yang sama yang kita temui.. Namun tak berarti kita tak
mendapat sesuatu hal yang menarik. Ketika berpetualang bersama teman akan ada
hal baru yang kita dapatkan dari teman kita itu. Kita akan lebih mengenal
karakter teman kita saat melakukan perjalanan. Misalnya lebih mengenal
kabagaimana caranya menghadapi masalah, memperlakukan orang atau pun menghargai
pendapat kita untuk menentukan pilihan tempat menginap misalnya. Oleh karena
itu tidak ada salahnya memang , sesekali melancong ke suatu daerah. Tentunya di
waktu yang tepat ya, Kawan!
Jadi
perjalanan akan membawa kita pada sesuatu yang menarik dan menyenangkan jika
kita tak sekedar hilir mudik dari suatu
tempat ke tempat yang lain tanpa arti. Maknai dan tafakkuri.setiap apa yang
kita lakukan.
Cara Baru Melihat Hal Baru
Perjalanan
bukanlah sekedar menikmati dan mengagumi keindahan dari suatu tempat ke tempat
yang lain. Bukan pula sekedar menemukan tempat-tempat unik di suatu daerah.
Perjalanan akan mengantar kita pada cara pandang baru. Bertemu orang baru dan
menjelalajah orang baru pasti aka nada hal baru yang kita lihat. Hal baru itu
terkadang tak sama atau jauh berbeda dengan kebiasaan kita. Dan mungkin
sesekali tak sepaham dengan pola pikir kita. Nah bagaimana kita menyikapi suatu
pebedaan akan diajarkan perjalanan. Tentunya jika kita mau menghayati dan
dengan syarat mengkosongkan gelas kita agar bisa terisi dengan sesuatu yang
baru. Tapi pastikan sudah difilter yaa!
Dari
traveling bisa memperlajari hal baru, beradaptasi di tempat baru, melihat
perbedaan sebagai keindahan. Bagaimana kita kan menghargai dan menerima
budayanya meski tak sepaham adalah naiknya level diri dalam melihat
keberagaman. Belajar dari bagaiman kita melihat budaya yang berbeda akan
melatih refleks dalam hidup sehari-hari untuk menerima sesuatu yang berbeda.
Boleh jadi tidak setuju tapi wajib kita menghargai dalam penerimaan perlakuan
yang tetap santun kepada orang yang kita temui. Pasti bahagia rasanya jika kita
dapat melihat hal yang baru, hal yang berbeda sebagai fitrah dari Tuhan.
The real traveling is when you more get closer to God
Terkadang perjalanan itu tak melulu
soal destinasi. Kita dapat melakukan perjalanan kemana pun yang kalian mau,
tidak harus yang jauh-jauh, di kota tempat tinggal kita pun pasti ada sesuatu yang bisa
dipelajari, bahkan mungkin di kampung sendiri.
Sebuah perjalanan harusnya semakin
memperkaya dimensi spiritual untuk memandang sesuatu dengan lebih baik. Boleh
jadi kita akan lebih baik dalam mengenal agama kita sendiri. Misalnya ketika
berkunjung di daerah yang tidak sama madzhabnya dengan yang biasa kita
jalankan, kita tetap harus menghargai. Tidak berhenti sampai disitu, kita juga
harus bertafakur akan perbedaan ini. Perbedaan yang diciptakan Tuhan
adalah fitrah yang harus kita lihat sebagai keindahan cara untuk mendekat
kepada Tuhan.
Jika sudah begitu, manfaat
perjalanan akan membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas
wawasan sekaligus memperdalam keimanan. Kita pun mungkin akan melihat bahwa
agama kita Islam itu tidak pernah mempersulit kaumnya dengan mengajarkan kita
tentang menghargai perbedaan. Menghargai cara apapun yang dipilih eseorang
untuk mendekat kepada Tuhan adalah jalan kita untuk mendekat pada Tuhan.
Nah teman, luar biasa sekali bukan,
ketika kita benar-benar tak sekdar jalan-jalan. Kan adda banyak hal yang kita
rasakan dan dapatkan jika melakukannya dengan benar. Have a nice trip, Gaess!
